Saat Balita Batuk Berdahak

Juli 10, 2010 pukul 6:10 pm | Ditulis dalam Serba-serbi | 1 Komentar
Tag: , , , , , , ,

Oleh: Rico Bachtiar

Kasihan memang jika melihat balita terserang batuk berdahak. Batuk berdahak pada balita lebih buruk dibandingkan pada dewasa disebabkan kemampuan balita untuk mengeluarkan dahak sendiri masih rendah. Sehingga, dahak yang menumpuk di tenggorokan menjadi hal yang sangat mengganggu bagi balita. Pernafasan menjadi sangat berat dan terkadang bisa menimbulkan sesak nafas.

Untuk mengatasi masalah itu tidak cukup hanya mengenali jenis batuknya saja. Di televisi, suatu iklan obat batuk mempropagandakan kalimat “kenali jenis batuknya, kemudian pilih obatnya“. Kalimat itu memangĀ  benar namun, untuk kasus khusus seperti pada balita kalimat itu belum cukup. Tidak cukup hanya menentukan obat dari jenis batuknya yaitu batuk kering atau batuk berdahak karena obat batuk berdahak itu sendiri memiliki jenis efek yang berbeda. Berikut adalah penggolongan obat batuk berdahak berdasarkan cara kerjanya.

Ekspektoran

Ekspektoran adalah obat yang dapat merangsang pengeluaran dahak dari saluran pernafasan. Ekspektoran bekerja dengan cara merangsang selaput lendir lambung dan selanjutnya secara refleks memicu pengeluaran lendir saluran nafas sehingga menurunkan tingkat kekentalan dan mempermudah pengeluaran dahak. Obat ini juga merangsang terjadinya batuk supaya terjadi pengeluaran dahak.

Yang termasuk ke dalam golongan obat ini adalah Glyceril Guaiacolate, Ammonium Klorida, Succus liquiritae dan lain-lain.

Mukolitik

Sesuai dengan namanya, mukolitik adalah obat batuk berdahak yang bekerja dengan cara membuat hancur formasi dahak sehingga dahak tidak lagi memiliki sifat-sifat alaminya. Mukolitik bekerja dengan cara menghancurkan benang-benang mukoprotein dan mukopolisakarida dari dahak. Sebagai hasil akhir, dahak tidak lagi bersifat kental dan dengan begitu tidak dapat bertahan atau “nyangkut” di tenggorokan lagi seperti sebelumnya. Membuat saluran nafas bebas dari dahak.

Yang termasuk ke dalam golongan obat ini adalah bromheksin, ambroxol, asetilsistein.

Terbaik untuk balita

Balita yang belum sempurna secara refleks mengeluarkan dahaknya sendiri akan lebih baik jika diberi mukolitik atau gabungan mukolitik-ekpsektoran. Penggunaan ekspektoran tunggal (tanpa mukolitik) kurang membantu balita yang belum bisa mengeluarkan dahaknya lewat batuk.

Jadi, untuk mengatasi batuk pada balita, kombinasi mukolitik-ekspektoran adalah yang terbaik. Namun, penggunaan obat batuk pada balita perlu di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Konsultasikan kepada apoteker anda untuk penggunaan obat yang tepat dan rasional.

About these ads

1 Komentar »

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini. TrackBack URI

  1. [...] source : https://ricobachtiar.wordpress.com [...]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. | The Pool Theme.
Tulisan dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: