Mencegah Interaksi Obat
Oktober 22, 2009 at 2:22 am | In Serba-serbi | Leave a CommentSeiring dengan berkembangnya dunia kefarmasian, banyak obat-obat baru bermunculan. Obat-obat tersebut kebanyakan adalah hasil modifikasi obat-obat lama yang terbukti memiliki efektivitas yang baik. Modifikasi struktur kimia obat dimaksudkan agar didapat suatu turunan obat yang memiliki efek samping lebih ringan dan efektivitas lebih baik dari obat induknya. Namun, hal tersebut menimbulkan permasalahan tersendiri yaitu, permasalahan interaksi obat dengan obat.
Continue reading Mencegah Interaksi Obat…
Mengenal Cytotec
Oktober 21, 2009 at 5:26 pm | In Farmakologi | Leave a CommentTags: Aborsi, AINS, Cytotec, Terlambat Haid
Tidak sedikit yang mengenal cytotec. Kalau ada peringkat obat ilegal yang marak dicari, maka cytotec mungkin termasuk peringkat 5 besar bahkan lebih tinggi lagi.
Fungsi utama yang tidak populer
Cytotec yang mengandung misoprostol 200 mikrogram per butir adalah obat untuk gangguan lambung. Gangguan lambung yang menjadi target cytotec bukan hanya gangguan lambung biasa melainkan gangguan lambung yang disebabkan penggunaan obat-obat AINS. Seperti telah diketahui bahwa obat perintang rasa nyeri golongan AINS dapat menimbulkan gangguan pada saluran cerna.
Sayangnya, fungsi luhur misoprostol tidak begitu populer. Banyak yang tidak mengenal nyeri lambung yang menjadi target misoprostol. Nama Misoprostol sebagai obat sakit lambung akibat obat golongan AINS menjadi tenggelam. Namun akhirnya, nama Misoprostol dipopulerkan justru oleh penyalahgunaannya. Entah siapa yang memulai, Misoprostol kerapkali dipakai untuk menggagalkan kehamilan yang tak diinginkan.
Misoprostol
Cytotec yang merupakan nama dagang dari senyawa kimia yang bernama Misoprostol adalah analog sintetis prostaglandin E1. Cytotec membantu penyembuhan luka lambung dan mengurangi gejala yang ditimbulkan. Lebih jauh, Cytotec juga berfungi melindungi mukosa lambung-usus dengan cara mengurangi volume sekresi lambung dan merintangi aktivitas proteolitik cairan lambung serta meningkatkan sekresi bikarbonat dan mukus.
Cytotec bersifat menguatkan integritas barrier mukosa lambung-usus dari zat-zat yang merusak dengan merangsang sekresi bikarbonat usus dan produksi mukus lambung. Dalam hal ini, Cytotec menjaga kehemodinamikan mukosa.
Aktivitas Farmakologi Yang Lain
Sebagai suatu zat yang memiliki aktivitas biologis, misoprostol atau cytotec juga memiliki efek lain disamping efek terapinya pada lambung. Efek ini sering merupakan efek yang tidak diinginkan dan disebut efek samping (adverse effects).
Salah satu efek samping yang penting diketahui dari misoprostol adalah aksinya terhadap rahim pada wanita. Misoprostol menyebabkan kontraksi rahim yang dapat membahayakan kehamilan.
Penyalahgunaan
Sudah bukan rahasia lagi, Cytotec atau misoprostol sering disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk menggagalkan kehamilan. Tidak sedikit muda-mudi yang mencoba membeli Cytotec di apotek-apotek resmi. Bila apotek tidak memuluskan keinginan mereka maka, pasar obat keras ilegal lah yang mereka tuju. Tak heran jika Cytotec menjadi primadona obat-obat ilegal yang penjualannya mungkin menyaingi pil biru, dan obat-obatan sejenisnya.
Penggunaan Obat Berdasarkan Efek Samping
Penggunaan obat-obatan berdasarkan efek samping adalah penggunaan obat yang tidak tepat dan tidak rasional. Sejak langkah awal obat dirancang, para ilmuwan pembuatnya berpedoman untuk merancang obat yang akan memiliki efek terapi besar tetapi memiliki efek samping yang sangat ringan. Jadi penggunaan efek samping obat adalah hal yang irrasional karena, obat yang dimaksud memang tidak ditujukan untuk memberikan efek dari efek sampingnya, justru efek samping itulah yang ditekan hingga seminimal mungkin.
Penggunaan obat berdasarkan efek samping kemungkinan akan berhasil sia-sia bahkan membahayakan. Biasanya untuk menimbulkan suatu efek samping dari obat, diperlukan dosis yang lebih tinggi dari dosis lazim untuk pengobatan. Hal ini dikarenakan, efek samping obat adalah efek yang paling tidak terasa signifikan hingga digunakan dosis yang lebih tinggi barulah efek samping akan terasa jelas.
Penggunaan efek samping obat selalu memerlukan penyesuaian dosis menjadi lebih tinggi. Hal ini lah yang paling beresiko. Membangkitkan suatu efek samping berarti juga membangkitkan efek samping yang lain. Dan ingatlah bahwa obat sebenarnya racun dan dosislah yang membedakannya. Bila seseorang menggunakan obat dengan dosis diatas dosis maksimum berarti dia sedang “bunuh diri” meskipun ia tak menyadarinya.
Viagra Bukan “Obat Kuat”
Oktober 16, 2009 at 9:33 pm | In Farmakologi | Leave a CommentTags: disfungsi ereksi, ejakulasi dini, obat kuat, sildenafil citrate, viagra
Sildenafil citrate yang lebih dikenal dengan nama Viagra atau pil biru sering digunakan kaum pria sebagai “obat kuat”.
Penggunaan obat keras, termasuk viagra, tanpa pengawasan apoteker atau dokter mengakibatkan penggunaan obat yang tidak tepat dan tidak rasional.
Continue reading Viagra Bukan “Obat Kuat”…
ETORICOXIB
Agustus 22, 2009 at 8:50 am | In Analgetika | Leave a CommentTags: dehidrasi, hipertensi, edema, NSAIDs, NSAID, AINS, Sakit gigi, Rematik, Osteoartritis
Etoricoxib adalah salah satu obat golongan NSAIDs. Efek utamanya adalah pengurangan rasa nyeri yang menyertai peradangan. Digunakan untuk mengatasi berbagai keluhan nyeri, mulai nyeri ringan sampai nyeri sedang.
Continue reading ETORICOXIB…
NSAIDs
Agustus 17, 2009 at 4:35 am | In Analgetika | 1 CommentTags: NSAIDs, NSAID, AINS, Meloxicam, Piroxicam, Indomethacin, Ibuprofen, Sakit gigi, Rematik
Mungkin kita pernah mendengar nama-nama obat seperti meloxicam, piroxicam yang biasa digunakan untuk mengurangi rasa sakit pada penderita rematik, atau seringkali dokter gigi meresepkan asam mefenamat untuk mengurangi rasa sakit pada gigi dan gusi yang terinfeksi. Bila kita cermati lagi, obat-obat yang telah disebutkan tadi memiliki kesamaan. Obat-obat tersebut tidak hanya mengurangi rasa sakit biasa, melainkan rasa sakit yang menyertai suatu peradangan. Obat-obat golongan ini disebut dengan istilah dalam bahasa asing Non Steroidal Antiinflammatory Drugs atau disingkat NSAIDs.
Continue reading NSAIDs…
Sel Makrofag
Juli 22, 2009 at 12:24 pm | In Infeksi | Leave a CommentTags: daya tahan tubuh, fagositosis, histiosit, makrofag, mikroglia, sel Kupffer
Selama ini kita mengetahui bahwa yang berperan dalam menjaga imunitas (daya tahan tubuh) seseorang dan menahan serangan antigen (benda asing) yang berasal dari luar adalah antibodi yang dihasilkan oleh sel kebal yang bernama limfosit, padahal ada sel kebal lain yang peranannya tak kalah penting dengan sel limfosit tersebut. Nama sel ini ialah sel makrofag yang dihasilkan oleh jaringan yang terdapat dalam darah sebagai monosit.
Continue reading Sel Makrofag…
Penyebab Kegagalan Terapi Obat
Juli 22, 2009 at 12:13 pm | In Farmakologi | Komentar DimatikanTags: bioavailabilitas, faktor pasien, Gagal terapi, gangguan farmakokinetik, kesalahan penetapan etiologi, kurangnya dosis, kurangnya masa terapi
Ada beberapa hal yang menyebabkan terapi obat mengalami kegagalan. Dosis yang kurang adekuat, kurangnya masa terapi, kesalahan menetapkan etiologi, faktor pasien, gangguan farmakokinetik, pemilihan obat yang tidak tepat dan lain-lain adalah faktor-faktor yang dapat menjadi penyebab timbulnya kegagalan terapi.
Continue reading Penyebab Kegagalan Terapi Obat…
Awas! Bahaya Obat Diuretika
Juli 20, 2009 at 1:54 am | In Opini | Leave a CommentTags: Bahaya diuretika, dehidrasi berat, dehidrasi ringan, diuresis, edema, furosemida, hipertensi, hydrochlotiazide, peningkat produksi air seni, terapi hipertensi
Dalam bidang kefarmasian, diuretika telah digunakan secara luas sebagai terapi utama ataupun terapi penunjang pada berbagai penyakit. Terbilang beberapa kondisi tertentu seperti, hipertensi, edema, gagal ginjal dan kondisi-kondisi patologi lainnya tak lepas dari penggunaan zat peningkat produksi air seni ini dalam terapinya.
Bioekuivalensi
Juli 17, 2009 at 10:43 pm | In Serba-serbi | Leave a CommentTags: BE, Bioekuivalensi, Kompetitor, obat generik, obat innovator, obat paten
Berbicara tentang bioekuivalensi, mengingatkan kita tentang obat generik yang diklaim oleh industri farmasi pembuatnya sebagai obat berkualitas setara obat paten yang beredar secara komersil di pasaran. Apakah benar demikian? Apakah benar obat generik dengan harga yang sangat murah dan desain kemasan sederhana itu mempunyai efektivitas dan kualitas yang sama dengan produk inovatornya. Untuk menjawab segala pertanyaan-pertanyaan tersebut, pembahasan tentang bioekuivalensi dan bioavailabilitas akan sangat membantu.
Continue reading Bioekuivalensi…
Daya Tahan Tubuh
Juli 16, 2009 at 5:39 am | In Infeksi | Leave a CommentTags: daya tahan tubuh, imun, makrofag, NK cell, sel darah putih
Sistem kekebalan tubuh merupakan suatu sistem yang senantiasa memberikan proteksi kepada tubuh kita dari gangguan luar yang dapat mengganggu fungsi normal tubuh. Sistem kekebalan tubuh memproduksi sel-sel khusus yang dibedakan dengan sistem peredaran darah, tetapi bekerja sama dalam melawan infeksi. Sistem kekebalan tubuh ini biasa kita kenal sebagai sistem imun. Selain memberikan proteksi kepada tubuh kita yakni dengan memberikan respon atau menanggapi serangan dari luar, sistem imun juga berperan dalam menjaga keseimbangan tubuh (homeostasis).
Continue reading Daya Tahan Tubuh…
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.