Saat Balita Batuk Berdahak

Juli 10, 2010 pukul 6:10 pm | Ditulis dalam Serba-serbi | 1 Komentar
Tag: , , , , , , ,

Oleh: Rico Bachtiar

Kasihan memang jika melihat balita terserang batuk berdahak. Batuk berdahak pada balita lebih buruk dibandingkan pada dewasa disebabkan kemampuan balita untuk mengeluarkan dahak sendiri masih rendah. Sehingga, dahak yang menumpuk di tenggorokan menjadi hal yang sangat mengganggu bagi balita. Pernafasan menjadi sangat berat dan terkadang bisa menimbulkan sesak nafas.

Untuk mengatasi masalah itu tidak cukup hanya mengenali jenis batuknya saja. Di televisi, suatu iklan obat batuk mempropagandakan kalimat “kenali jenis batuknya, kemudian pilih obatnya“. Kalimat itu memangĀ  benar namun, untuk kasus khusus seperti pada balita kalimat itu belum cukup. Tidak cukup hanya menentukan obat dari jenis batuknya yaitu batuk kering atau batuk berdahak karena obat batuk berdahak itu sendiri memiliki jenis efek yang berbeda. Berikut adalah penggolongan obat batuk berdahak berdasarkan cara kerjanya.

Ekspektoran

Ekspektoran adalah obat yang dapat merangsang pengeluaran dahak dari saluran pernafasan. Ekspektoran bekerja dengan cara merangsang selaput lendir lambung dan selanjutnya secara refleks memicu pengeluaran lendir saluran nafas sehingga menurunkan tingkat kekentalan dan mempermudah pengeluaran dahak. Obat ini juga merangsang terjadinya batuk supaya terjadi pengeluaran dahak.

Yang termasuk ke dalam golongan obat ini adalah Glyceril Guaiacolate, Ammonium Klorida, Succus liquiritae dan lain-lain.

Mukolitik

Sesuai dengan namanya, mukolitik adalah obat batuk berdahak yang bekerja dengan cara membuat hancur formasi dahak sehingga dahak tidak lagi memiliki sifat-sifat alaminya. Mukolitik bekerja dengan cara menghancurkan benang-benang mukoprotein dan mukopolisakarida dari dahak. Sebagai hasil akhir, dahak tidak lagi bersifat kental dan dengan begitu tidak dapat bertahan atau “nyangkut” di tenggorokan lagi seperti sebelumnya. Membuat saluran nafas bebas dari dahak.

Yang termasuk ke dalam golongan obat ini adalah bromheksin, ambroxol, asetilsistein.

Terbaik untuk balita

Balita yang belum sempurna secara refleks mengeluarkan dahaknya sendiri akan lebih baik jika diberi mukolitik atau gabungan mukolitik-ekpsektoran. Penggunaan ekspektoran tunggal (tanpa mukolitik) kurang membantu balita yang belum bisa mengeluarkan dahaknya lewat batuk.

Jadi, untuk mengatasi batuk pada balita, kombinasi mukolitik-ekspektoran adalah yang terbaik. Namun, penggunaan obat batuk pada balita perlu di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Konsultasikan kepada apoteker anda untuk penggunaan obat yang tepat dan rasional.

Patofisiologi Hipertensi

Januari 4, 2013 pukul 6:00 pm | Ditulis dalam Penyakit Metabolik | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Berikut ini adalah beberapa faktor yang termasuk ke dalam patofisiologi hipertensi.

Faktor Genetik

Seseorang dengan riwayat hipertensi dalam keluarganya akan memiliki kecenderungan lebih besar menderita hipertensi

Lingkungan Janin

Bayi yang lahir dengan berat badan kurang karena kurang gizi selama kehamilan maka lebih besar kemungkinannya untuk menderita hipertensi.

Peningkatan aktifitas sistem syaraf simpatis

Peningkatan aktifitas syaraf simpatis akan menyebabkan denyut jantung dan kontraktilitas jantung meningkat sehingga menyebabkan tekanan darah meningkat.

Sistem Renin-Angiotensin-Aldosteron

Ginjal memproduksi renin yang mengkatalisa langkah pertama dari urutan kejadian yang menghasilkan angiotensin II. Dimana angiotensin II memiliki efek meningkatkan tekanan darah.

Retensi natrium oleh ginjal

Ginjal menahan natrium secara berlebihan. Kelebihan natrium terlibat dalam meningkatkan tekanan darah.

Hipertrofi pembuluh darah

Pembuluh darah yang secara terus menerus terpapar tekanan darah tinggi akan mengalami hipertrofi atau penebalan sebagai mekanisme adaptasi terhadap tekanan darah tingi. Akibatnya tekanan darah akan tetap tinggi.

Penurunan aktivitas sistem vasodilatasi

Penurunan aktivitas sistem vasodilatasi atau sistem yang mengatur relaksasi pembuluh darah disebabkan karena gangguan pembentukan bradikinin yang bersifat vasodilator.

Hiperinsulinemia

Hiperinsulinemia menyebabkan vasokonstriksi atau penegangan pembuluh darah sehingga tekanan darah meningkat.

Disfungsi Endotel

Endotel pembuluh darah pasien hipertensi mengalami penurunan produksi EDRF Endothelium-Derives Relaxing Factor atau juga disebut Nitric Oxide.

Hipertensi

Januari 4, 2013 pukul 4:57 pm | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentar
Tag: , ,

Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik lebih dari sama dengan 140mmHg dan tekanan darah diatolik lebih dari sama dengan 90mmHg.

Jenis-jenis hipertensi

Literatur menggolongkan hipertensi menjadi dua berdasarkan penyebabnya. Yaitu Hipertensi Primer dan Hipertensi Sekunder. Hipertensi primer adalah hipertensi yang tidak diketahui secara jelas penyebabnya, sedangkan hipertensi sekunder adalah hipertensi yang diketahui penyebabnya contohnya disfungsi renal dan adrenal. Sebesar 95% kasus hipertensi termasuk ke dalam jenis hipertensi primer.

Ada juga yang namanya isolated systolic Hypertension yaitu dimana tekanan darah sistolik lebih dari sama dengan 140mmHg tetapi tekanan darah diastolik nya di bawah 90mmHg. Hipertensi jenis ini biasanya diderita oleh lansia. Sebagai tambahan, tekanan darah sistolik merupakan prediktor yang lebih kuat dibandingkan tekanan darah diastolik untuk memprediksi cardiovascular events.

Selain itu dikenal juga yang namanya white-coat hypertension yaitu peningkatan tekanan darah yang disebabkan oleh kunjungan ke dokter. Tekanan darah meningkat bila diukur oleh dokter tetapi tidak meningkat atau normal bila diukur oleh orang lain.

Vitamin B1: Sang Pembasmi Beri-Beri

Juli 11, 2010 pukul 11:30 am | Ditulis dalam Farmakologi | Tinggalkan komentar
Tag: , , , , , , , , ,

Oleh: Rico Bachtiar

Vitamin B1 yang dikenal juga dalam nama lain Thiamin merupakan vitamin yang penemuannya diawali oleh penelitian dokter Eijkman, seorang dokter militer Belanda yang bertugas di Jawa. Pada kala itu (akhir abad ke-19) Eijkman menyatakan bahwa penyakit beri-beri bisa disembuhkan dengan pemberian bekatul beras.

Penelitian dokter Eijkman mengacu kepada fenomena unggas yang diberi pakan berupa beras yang telah dibersihkan dan dimasak. Beliau menemukan bahwa pemberian pakan kepada unggas berupa beras yang telah dibersihkan dan dimasak dapat menyebabkan kelumpuhan. Kelumpuhan dapat disembuhkan dengan cara menghentikan pemberian pakan seperti yang tersebut di atas dan menggantinya dengan pakan berupa beras yang belum dibersihkan. Kemudian substansi yang dimaksud oleh Eijkman terdapat pada bekatul beras ditemukan juga pada sayur-sayuran, kacang-kacangan, susu, kuning telur dan hati. Yang mana substansi tersebut dinamakan Aneurin oleh para peneliti selanjutnya setelah Eijkman.

Kimia Thiamin

Thiamin/Aneurin adalah kompleks molekul organik yang memiliki satu inti tiazol dan inti pirimidin yang dihubungkan oleh jembatan methylene dalam struktur kimianya. Gambaran struktur kimia Thiamin adalah sebagai berikut:

Dalam tubuh Thiamin akan dirubah menjadi bentuk aktifnya setelah bereaksi dengan Adenosin Triphosfat (ATP) menjadi Thiamin Pirofosfat. Thiamin Pirofosfat adalah koenzim dalam reaksi karboksilasi asam piruvat dan asam ketoglutarat. Peningkatan kadar asam piruvat dalam darah juga dapat diindikasikan sebagai tanda tubuh kekurangan vitamin B1.

Kebutuhan Dalam Sehari

Kebutuhan Thiamin untuk tubuh adalah sebanding dengan asupan kalori per hari. Ini disebabkan Thiamin dibutuhkan untuk menjalankan metabolisme energi, terutama karbohidrat. Oleh karenanya, jumlah Thiamin yang dibutuhkan berbanding lurus dengan asupan makanan pokok per hari. Thiamin minimal dibutuhkan sebesar 0.3 mg per 1000 kcal. Jika perhitungan kalori dirasa membingungkan, maka beruntung di Indonesia sudah ada standar yang disebut AKG (Angka Kecukupan Gizi). AKG untuk Vitamin B1 di Indonesia adalah 0.3-0.4 mg/hari untuk bayi, 1.0 mg/hari untuk orang dewasa, dan 1.2 mg/ hari untuk ibu hamil.

Kekurangan Thiamin

Beri-beri adalah salah satu akibat terberat dari kondisi defisiensi Thiamin. Gejala utama beri-beri tampak pada sistem jantung & pembuluh darah (kardiovaskuler) dan sistem saraf. Gangguan sistem kardiovaskuler dapat berupa penurunan kerja jantung antara lain sesak nafas setelah kerja fisik yang berat, pembesaran jantung, gangguan ritme dan lain-lain. Sedangkan gangguan pada sistem saraf dapat berupa neuritis perifer dengan gejala kelemahan pada kaki, kekuatan otot berkurang, dan dapat menjurus pada kelumpuhan tungkai pada keadaan yang lebih berat.

Gramatical Area I

Juli 11, 2010 pukul 4:13 am | Ditulis dalam English | Tinggalkan komentar
Tag: , , ,

Dalam bahasa inggris, sebuah kalimat minimal memiliki satu subjek dan satu verba (kata kerja). Dalam gramatical area I ini, kita harus memastikan apakah sebuah kalimat merupakan kalimatĀ  sempurna atau tidak berdasarkan keberadaan kedua hal tersebut yakni subjek dan verba. Keduanya, harus ada dan pastikan tidak berganda.

Contoh kalimat yang salah:

The teacher she gives me a history book. (subjek berulang/subjek ganda)

Pada contoh di atas terdapat dua subjek dalam satu kalimat sehingga kalimat tersebut menjadi salah. Kalimat yang benar adalah

The teacher gives me a history book atau She gives me a history book

Contoh kalimat salah:

The man watching TV

Pada contoh kalimat yang kedua tidak terdapat verba dalam kalimat sehingga kalimat tersebut menjadi kalimat yang salah. Seharusnya dalam kalimat tersebut ada “is” sebagai verba.

That’s all about gramatical area I. Hope you enjoy this post. Thank you.

Rico Bachtiar

Inilah Mengapa Obat Harus Diminum Hingga Beberapa Kali Dalam Sehari

Juli 4, 2010 pukul 3:45 am | Ditulis dalam Serba-serbi | Tinggalkan komentar
Tag: , ,

Sebagian besar obat-obatan memiliki aturan pakai lebih dari sekali dalam satu hari. Antibiotik (antibakteri) adalah salah satu contoh dari sekian banyak obat yang harus diminum hingga beberapa kali dalam sehari. Umumnya, frekuensi penggunaan antibiotik dimulai dari satu sampai empat kali sehari. Pengguna antibiotik dianjurkan untuk patuh terhadap aturan pakai obat seperti yang dianjurkan oleh Apoteker demi keberhasilan pengobatan dan mencegah kebalnya kuman.

Pengulangan minum obat sesuai aturan pakai menjadi sangat penting bagi keberhasilan pengobatan. Obat yang telah diminum oleh seseorang akan diserap ke sirkulasi darah kemudian dibawa ke tempat kerja obat di dalam tubuh. Obat yang sudah berada dalam peredaran darah harus dalam sejumlah tertentu yang dibutuhkan sehingga dapat menimbulkan efek yang diharapkan dan berlaku sebaliknya jika jumlah obat yang berada dalam peredaran darah tidak mencukupi. Oleh karena itu diperlukan pengulangan dalam meminum obat. Pengulangan ini bermaksud untuk menjaga kadar atau jumlah obat dalam peredaran darah tetap pada kadar yang dibutuhkan sehingga obat dapat memberikan efek terapinya selama masa pengobatan karena seiring berjalannya waktu, sistem pembuangan tubuh seperti ginjal, kulit (lewat keringat), pencernaan dan lain-lain akan membuang obat keluar dari dalam tubuh yang menyebabkan berkurangnya jumlah obat yang berada dalam darah. Kadar obat dalam darah dapat juga berkurang dikarenakan obat tersebut mengalami metabolisme menjadi senyawa kimia yang tidak bersifat aktif seperti sebelumnya.

Obat Maag

Maret 21, 2010 pukul 7:49 pm | Ditulis dalam Farmakologi | 1 Komentar
Tag: , , , , , ,

Teman-teman sekalian pasti banyak yang sudah tahu apa itu sakit maag. Bagi yang belum tahu penjelasan singkat sakit maag adalah sakit yang disebabkan oleh peningkatan produksi asam lambung dan segala akibat yang ditimbulkannya. Di sini saya akan membahas sakit maag dari segi kefarmasian yakni penggolongan obat-obat maag.

ANTASIDA (ANTACID)

Menurut bahasa, Antasida terdiri dari dua kata “anti” berarti lawan dan “acid” berarti asam. Sesuai dengan namanya golongan obat ini berfungsi untuk melawan atau mengurangi tingkat keasaman lambung akibat produksi asam lambung berlebih, diibaratkan bagaikan air dingin yang mengurangi kobaran api.

Antasida adalah senyawa-senyawa basa lemah yang akan bereaksi jika bertemu dengan asam, dalam hal ini adalah asam lambung. Saat senyawa basa ini bertemu dengan asam maka akan terjadi reaksi yang berujung kepada berkurangnya sifat kimia dua zat yang saling bertemu tersebut, maksudnya senyawa basa akan terkena dampak dari reaksi asam lambung hingga menjadi netral sedangkan asam lambung akan berkurang kuantitasnya akibat dari reaksi dengan senyawa basa.

Termasuk dalam golongan ini adalah mylanta, Antasida DOEN, Magasida, Magalat, Promag dan lain-lain. Obat dalam bentuk tablet harus dikunyah sebelum ditelan agar lebih cepat bereaksi dengan asam lambung.

PEMBLOKIR RESEPTOR H2 (H2 BLOCKER)

Di dalam tubuh terdapat reseptor H2 yang bertanggung jawab terhadap pengeluaran getah-getah selaput lendir seperti selaput lendir mulut, hidung dan saluran cerna termasuk lambung. Reseptor H2 ini ibarat stop kontak untuk produksi asam lambung. Pemblokiran sementara terhadap fungsi reseptor H2 ini akan membantu mengurangi produksi asam lambung sampai 70%.

Tersebut beberapa nama obat yang termasuk ke dalam golongan ini antara lain adalah Ranitidine, Famotidine, Nizatidine dan Cimetidine. Obat-obat ini akan memblokir sementara fungsi reseptor H2 hingga menyebabkan berkurangnya produksi asam lambung namun, sebagai efek universalnya obat ini juga akan menyebabkan pengurangan produksi getah selaput lendir lain seperti yang telah disebutkan sehingga akan ditemui efek samping berupa mulut kering, mata kering, hidung kering tapi tidak termasuk kantong kering karena obat ini cukup terjangkau harganya.

PERINTANG POMPA PROTON

Golongan ini adalah obat maag yang paling potensial dalam mengurangi produksi asam lambung. Dalam dosis tertentu, obat ini mampu untuk mengurangi produksi harian asam lambung sebesar 80% sampai 95%. Sesuai dengan namanya, obat yang termasuk ke dalam golongan ini bekerja dengan merintangi pompa proton lambung.

Terdapat beberapa obat yang tersedia untuk penggunaan klinis antara lain adalah Omeprazole, Lansoprazole, Rabeprazole, Pantoprazole, dan Esomeprazole.

Selain obat-obatan yang tadi telah dibahas, masih ada beberapa jenis obat maag lain yang belum disebutkan. Obat-obat tersebut kebanyakan berfungsi sebagai penunjang terapi, bukan sebagai obat utama. Untuk pembahasan obat-obat yang dimaksud akan di sampaikan pada tulisan-tulisan berikutnya.

Copy Resep

Maret 16, 2010 pukul 11:07 am | Ditulis dalam Serba-serbi | Tinggalkan komentar
Tag: , , ,

Kopi resep bukan kopi darat apalagi kopi tubruk. Kopi yang satu ini tentu berhubungan dengan ranah kefarmasian. Setiap yang pernah menebus obat di apotek setidaknya pernah (meski tidak semua) membawa pulang kopi resep atau biasa juga disebut salinan resep. Namun tahukah anda fungsi kopi resep yang sebenarnya? Apakah hanya sebagai salinan resep asli semata? Atau anda malah menduga fungsi kopi resep melebihi fungsi orisinilnya. Untuk itu disini akan saya bahas tentang kopi resep tentu dengan keterbatasan pengetahuan saya miliki saat ini.

Untuk batasan atau definisi resmi dari kopi resep belum dapat saya tampilkan sekarang (meskipun pernah saya baca di berbagai literatur kefarmasian) karena tak satupun literatur ada di tangan saya saat ini. Tapi untuk teman-teman sekalian saya berjanji akan segera menyunting tulisan ini.

Untuk sementara dan secara sederhana kopi resep dapat dijelaskan sebagai suatu salinan yang memuat semua informasi yang tercantum dalam resep asli.

Fungsi Kopi Resep

Kopi resep idealnya ditulis dan ditandatangani oleh apoteker. Kopi resep dikeluarkan jika dalam resep asli ada permintaan ulang dari dokter penulis resep. Disamping itu, kopi resep juga berfungsi untuk digunakan sebagai pengganti resep asli dalam hal pasien hanya mengambil separuh dari jumlah obat yang tercantum dalam resep atau apotek tidak mampu memenuhi semua permintaan obat yang tercantum dalam resep yang nantinya kopi resep dapat dipergunakan untuk menebus obat di apotek lain.

Kopi Resep Tidak Diterima/Ditolak

Banyak orang yang menebus obat di apotek meminta kopi resep sebagai pengganti resep asli yang mereka serahkan. Ada anggapan keliru yang semakin besar di masyarakat bahwa kopi resep dapat digunakan untuk menebus obat yang sama berulang-ulang kali jika diinginkan. Padahal anggapan tersebut sangat keliru, kopi resep tidak dapat digunakan untuk menebus obat berulang-ulang tanpa permintaan tertulis dari dokter di resep aslinya. Penolakan ini berguna untuk mencegah penyalahgunaan obat oleh pasien karena setiap penggunaan obat-obatan keras oleh pasien harus berada di bawah pengawasan dokter yang bersangkutan, lebih-lebih obat tersebut adalah obat-obatan yang termasuk ke dalam golongan narkotika dan psikotropika.

Mencegah Interaksi Obat

Oktober 22, 2009 pukul 2:22 am | Ditulis dalam Serba-serbi | Tinggalkan komentar

Seiring dengan berkembangnya dunia kefarmasian, banyak obat-obat baru bermunculan. Obat-obat tersebut kebanyakan adalah hasil modifikasi obat-obat lama yang terbukti memiliki efektivitas yang baik. Modifikasi struktur kimia obat dimaksudkan agar didapat suatu turunan obat yang memiliki efek samping lebih ringan dan efektivitas lebih baik dari obat induknya. Namun, hal tersebut menimbulkan permasalahan tersendiri yaitu, permasalahan interaksi obat dengan obat.
Continue Reading Mencegah Interaksi Obat…

Mengenal Cytotec

Oktober 21, 2009 pukul 5:26 pm | Ditulis dalam Opini | 13 Komentar
Tag: , , ,

Tidak sedikit yang mengenal cytotec. Kalau ada peringkat obat di pasar ilegal obat keras yang marak dicari, maka cytotec mungkin termasuk peringkat 5 besar bahkan lebih tinggi lagi.

Fungsi utama yang tidak populer

Cytotec yang mengandung misoprostol 200 mikrogram per butir adalah obat untuk gangguan lambung. Gangguan lambung yang menjadi target cytotec bukan hanya gangguan lambung biasa melainkan gangguan lambung yang disebabkan penggunaan obat-obat AINS. Seperti telah diketahui bahwa obat perintang rasa nyeri golongan AINS dapat menimbulkan gangguan pada saluran cerna.

Sayangnya, fungsi luhur misoprostol tidak begitu populer. Banyak yang tidak mengenal nyeri lambung yang menjadi target misoprostol. Nama Misoprostol sebagai obat sakit lambung akibat obat golongan AINS menjadi tenggelam. Namun akhirnya, nama Misoprostol dipopulerkan justru oleh penyalahgunaannya. Entah siapa yang memulai, Misoprostol kerapkali dipakai untuk menggagalkan kehamilan yang tak diinginkan.

Misoprostol

Cytotec yang merupakan nama dagang dari senyawa kimia yang bernama Misoprostol adalah analog sintetis prostaglandin E1. Cytotec membantu penyembuhan luka lambung dan mengurangi gejala yang ditimbulkan. Lebih jauh, Cytotec juga berfungi melindungi mukosa lambung-usus dengan cara mengurangi volume sekresi lambung dan merintangi aktivitas proteolitik cairan lambung serta meningkatkan sekresi bikarbonat dan mukus.

Cytotec bersifat menguatkan integritas barrier mukosa lambung-usus dari zat-zat yang merusak dengan merangsang sekresi bikarbonat usus dan produksi mukus lambung. Dalam hal ini, Cytotec menjaga kehemodinamikan mukosa.

Aktivitas Farmakologi Yang Lain

Sebagai suatu zat yang memiliki aktivitas biologis, misoprostol atau cytotec juga memiliki efek lain disamping efek terapinya pada lambung. Efek ini sering merupakan efek yang tidak diinginkan dan disebut efek samping (adverse effects).

Salah satu efek samping yang penting diketahui dari misoprostol adalah aksinya terhadap rahim pada wanita. Misoprostol menyebabkan kontraksi rahim yang dapat membahayakan kehamilan.

Penyalahgunaan

Sudah bukan rahasia lagi, Cytotec atau misoprostol sering disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk menggagalkan kehamilan. Tidak sedikit muda-mudi yang mencoba membeli Cytotec di apotek-apotek resmi. Bila apotek tidak memuluskan keinginan mereka maka, pasar ilegal obat keras lah yang mereka tuju. Tak heran jika Cytotec menjadi primadona obat-obatan yang penjualannya mungkin menyaingi pil biru, dan obat-obatan sejenisnya.

Penggunaan Obat Berdasarkan Efek Samping

Penggunaan obat-obatan berdasarkan efek samping adalah penggunaan obat yang tidak tepat dan tidak rasional. Sejak langkah awal obat dirancang, para ilmuwan pembuatnya berpedoman untuk merancang obat yang akan memiliki efek terapi besar tetapi memiliki efek samping yang sangat ringan. Jadi penggunaan efek samping obat adalah hal yang irrasional karena, obat yang dimaksud memang tidak ditujukan untuk memberikan efek dari efek sampingnya, justru efek samping itulah yang ditekan hingga seminimal mungkin.

Penggunaan obat berdasarkan efek samping kemungkinan akan berhasil sia-sia bahkan membahayakan. Biasanya untuk menimbulkan suatu efek samping dari obat, diperlukan dosis yang lebih tinggi dari dosis lazim untuk pengobatan. Hal ini dikarenakan, efek samping obat adalah efek yang paling tidak terasa signifikan hingga digunakan dosis yang lebih tinggi barulah efek samping akan terasa jelas.

Penggunaan efek samping obat selalu memerlukan penyesuaian dosis menjadi lebih tinggi. Hal ini lah yang paling beresiko. Membangkitkan suatu efek samping berarti juga membangkitkan efek samping yang lain. Dan ingatlah bahwa obat sebenarnya racun dan dosislah yang membedakannya. Bila seseorang menggunakan obat dengan dosis diatas dosis maksimum berarti dia sedang “bunuh diri” meskipun ia tak menyadarinya.

Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.